Dalam kehidupan kita
ini pasti ada saja masalah yang harus dihadapi. “Entahlah itu apa
masalahnya dan bagaimana?” Yang perlu kita sadari, Tanpa kita minta
pun masalah itu akan selalu hadir dalam setiap kehidupan kita, ia
merupakan ujian untuk meneguhkan keimanan kita, mengetes kesiapan
fisik dan mental kita, mengokohkan sikap dan kepribadian kita serta
menguji kesabaran serta rasa syukur yang terpatri dalam diri kita.
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman:
“Tiada suatu
bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah.”
(QS. Al Hadid: 22)
Setiap orang pasti
punya masalah. Orang yang bermasalah, ia pasti memiliki masa-masa
sulit selama dalam hidupnya. Masa-masa indah perjuangan yang harus
kita sikapi, hadapi, dan kita cari penyelesaiannya dengan tetap
semangat, gigih, optimis, istiqamah, dan sabar.
Sikap-sikap seperti
inilah yang seharusnya terus muncul dan harus diperjuangkan dalam
menyelesaikan setiap masalah demi masalah ketika masalah itu hadir
dalam kehidupan Ummat Muslim. Yaitu kembali kepada Allah SWT dengan
berbekal petunjuk kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya yaitu, Al
Qur’an dan kepada sebaik-baik petunjuk yaitu, Sunnah Nabi Muhammad
SAW. Oleh karena itulah maka sudah seharusnya kita untuk
mengembalikan semua perkara masalah yang kita hadapi kepada tuntunan
keduanya.
Yakinlah bahwa Allah
tidak akan memberikan ujian kepada kita melainkan sesuai dengan
kemampuan kita hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
“Allah tiada
membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya”.
(QS. Al Baqarah: 286).
Di sinilah keimanan
kita benar-benar diuji. Bersabar dan Bersyukur merupakan suatu
jawaban yang harus dimiliki untuk tegar menghadapi setiap masalah
yang kita hadapi. Di sinilah kita dituntut untuk mengetahui sejauh
mana kesiapan kita, kesanggupan diri kita, kesabaran kita serta rasa
syukur kita terhadap masalah yang kita hadapi.
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman:
“Sesungguhnya
bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai
(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan)
yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mulah hendaknya kamu berharap.”
(QS. Al Insyirah: 7-8)
Dan demikianlah
Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah
menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman,
agar mereka bertaqwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan
pengajaran bagi mereka.
(QS. Thaahaa: 113)
Pelajaran yang
berharga bahwa setiap masalah dalam hidup ini haruslah dijalani
dengan sikap mental dan daya juang, sekalipun sulit dan kita tahu
hidup ini tidaklah mudah, penuh onak berduri, yang terkadang kita
dibuat terluka, perih dan sakit. Tapi, Sesulit apapun situasi yang
kita alami saat ini, daya juang kita tidak boleh padam. Kita dapat
melihat belajar dari banyak orang di sekeliling kita yang tegar
menjalani hidupnya, tidak mudah berputus asa dan pantang menyerah.
Hidup ini tidak mudah, tapi kita tidak boleh Menyerah.
Yang perlu kita
ketahui bersama adalah, Sesusah-susahnya kondisi yang kita alami,
cobalah tengok di belahan bumi lainnya, di sana masih ada yang lebih
susah di bandingkan masalah yang sedang menimpa diri kita. Jika
mereka saja bisa, mengapa kita tidak. Jadi tidak ada alasan tidak
bisa bagi kita sebelum kita mengusahakan tang terbaik.
Optimislah! Jangan
jadikan setiap masalah yang hadir sebagai penghancur masa depanmu.
Tapi, sudah sepatutnya kita mendekatkan diri kepada Allah Sang
Pemberi masalah dan menjadikan masalah sebagai daya ungkit yang akan
melesatkan potensi yang tersembunyi dalam diri kita, yaitu potensi
keimanan dan ketaqwaan.
Allah ‘Azza wa
Jalla berfirman:
“Janganlah kamu
bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah
orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman.”
(QS. Ali-Imran: 139).
Setiap perjalanan
kehidupan seseorang sesungguhnya sarat dengan hikmah yang dapat
dijadikan pelajaran hidup. Begitu juga dengan setiap masalah demi
masalah yang kita alami. Kita pun harus belajar untuk tidak mudah
menyerah dengan kekurangan. Berdoa sudah seharusnya dilakukan setiap
muslim, apapun kondisinya, di manapun, kapan pun, kepada Allah
tentunya. Tidak perlu menunggu saat susah. Berbuat baik dan selalu
mohon ampun kepada Allah, maka engkau akan ditolong oleh-Nya.
Hanya kepada
Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.
(QS. Al Fatihah: 5)
Ketika kegundahan,
kegalauan dan masalah hidup itu hadir, ingatlah bahwa Allah itu tidak
hanya sedang menguji kita.
Wallahu a’lam.




0 komentar:
Posting Komentar